Meskipun dapat memberikan sensasi segar dan lezat, minuman berkarbonasi dikenal luas sebagai salah satu penyebab penyakit berbahaya. Misalnya, kadar kalori dan gula yang tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Hanya saja, penelitian terbaru benar-benar membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda juga dapat memiliki efek kesehatan lain, yang meningkatkan risiko kanker usus besar.
Bagaimana minuman bersoda meningkatkan risiko kanker usus besar
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Lewis Cantley dan rekan-rekannya dari New York-Presbyterian Hospital, disebutkan bahwa tikus percobaan yang sering diberi kandungan dalam minuman bersoda, yaitu sirup jagung fruktosa dalam dosis tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar terkena kanker atau tumor usus besar. . Ini terlihat setelah tikus-tikus ini diberi asupan ini selama delapan minggu. Sebagai informasi, kadar sirup jagung fruktosa setara dengan satu kaleng minuman ringan.
Meskipun hasil penelitian ini cukup meyakinkan, para peneliti mengatakan mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar konsumsi sirup jagung fruktosa terhadap sebagian besar risiko kanker usus besar manusia.
"Studi ini menghasilkan fakta bahwa di dalam tubuh muncul polip kolorektal tikus atau di usus besar. Kandungan sirup fruktosa jagung memang dapat mempengaruhi pertumbuhan tumor," kata Dr. Cantley.
Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker
Para ahli kesehatan mengatakan sudah ada banyak penelitian lain yang membuktikan bahwa konsumsi gula yang berlebihan atau terlalu sering dapat menyebabkan pertumbuhan kanker, terutama di saluran pencernaan. Untuk alasan ini kita harus mulai menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman ringan atau minuman yang mengandung pemanis buatan.
Dampak lain dari minuman berkarbonasi
Selain meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan kanker usus besar, para pakar kesehatan mengatakan ada banyak bahaya lain dari kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering atau berlebihan.
Berikut adalah efek kesehatannya.
- Merusak ginjal
Pakar kesehatan mengatakan kebiasaan mengonsumsi minuman berkarbonasi dua kali sehari akan membuat ginjal lebih rentan terhadap kerusakan. Ini disebabkan oleh adanya pemanis buatan, pewarna buatan, asam fosfat, dan kafein dalam jumlah tinggi yang akan membebani kinerja ginjal.
- Mengurangi kesehatan tulang
Kandungan asam fosfat dalam minuman ringan dapat secara signifikan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan kalsium, risiko osteoporosis atau keropos tulang akan meningkat secara signifikan. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dapat mengurangi kekuatan tulang pada wanita.
- Mengurangi kesehatan otak
Kandungan pemanis buatan seperti aspartame dalam minuman bersoda dapat memicu kerusakan otak. Kami juga akan mengalami masalah dengan fungsi kognitif atau memori jika Anda mengkonsumsinya terlalu sering.
- Gigi rusak
Kadar gula yang tinggi dalam minuman bersoda dapat membuat risiko masalah gigi seperti gigi berlubang meningkat. Selain itu, minuman bersoda asam dapat secara signifikan merusak email gigi.
- Meningkatkan risiko terkena serangan jantung
Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem metabolisme, peningkatan peradangan, terjadinya resistensi insulin, dan peningkatan kadar kolesterol tubuh akibat konsumsi rutin minuman ini.
- Memicu gangguan lambung
Sering mengonsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan risiko asam lambung dan bisul lambung tinggi. Ini tentunya akan menimbulkan sensasi tidak nyaman di perut dan pencernaan secara keseluruhan.
Peraturan Komentar Sehat Media :
~ Jangan gunakan link aktif ( live link )
~ Berkomentar sesuai artikel
~ Dilarang berkata kotor, SARA, SPAM, dan Pornografi
Show EmoticonHide Emoticon